2 Mar 2016

Bedakan pola pikir penulis: antara pertanyaan yang menyudutkan dengan jawaban yang mendidik


Bismillahirrohmannirrohim

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh


Sebuah cerita malam dari kisah nyata, ada sebuah pertanyaan yang menyudutkan dan terkesan menggelitik untuk di jawab

Si A : Menarik menyinggung tentang Necmettin Erbakan. Mungkin bisa ditopikan selanjutnya mengapa Turki yang 99% penduduknya adalah Muslim memilih menjadi negara sekular (memisahkan politik dan agama).

Si B : Kenapa turki memisahkan politik dan agama pada saat itu karena pada zaman kekhilafahan (kesultanan) turki utsmani (Ottoman Caliphate) terjadi gerakan turki muda yang liberal dan sekularisme, pemikiran tersebut di picu oleh marak dan berkembangnya ilmu filosofi dari barat dan ajaran-ajaran lainnya, sehingga dengan dalih bahwa pemerintahan yang berjalan sudah tidak lagi sesuai dengan zamannya (menurut gerakan turki muda) maka kekuasaan pemerintahan khilafah utsmani harus di ambil alih oleh gerakan turki muda (yg liberal dan sekularisme) demi terwujudnya turki modern, singkatnya ketika kekuasaan utsmani sudah mulai melemah dan sultan terakhir Mehmed VI diasingkan disitulah sedikit demi sedikit undang-undang syariat utsmani satu per satu ditinggalkan dan digantikan (copy paste) dengan undang-undang barat (pada saat itu british/kerajaan inggris), dan akhirnya secara resmi kurang lebih di tgl 3 maret 1924 runtuh lah kekhilafahan utsmani dan otomatis digantikan oleh negara republik sekuler turki dengan tokohnya dan juga menjadi presidennya adalah mustafa kemal ataturk laknatullahalaik, pelan tapi pasti bahasa kekhilafahan yang digunakan pada saat itu adalah bahasa arab diganti dengan bahasa turki, bacaan sholat diganti dengan bahasa turki, madrasah2 ditutup, dan jilbab dilarang lagi untuk digunakan. banyak ulama-ulama yang diasingkan dengan tujuan menjauhkan agama dari kehidupan muslimin, banyak pula yang menentang namun semua habis dibalik jeruji maupun hilang dalam pengasingan, sejarah berulang dinegeri nusantara indonesia, sekularisme dan liberalisme sudah mulai tumbuh dan akan menjadi proyek kedua setelah turki. namun sekarang semakin majunya peradaban manusia dan tekhnologi, turki sedang diarahkan kembali ke pemerintahan masa keemasannya yaitu kekhilafahan, runtuh karena demokrasi dan bangkit karena demokrasi itulah yang sedang dilakukan oleh presidennya sekarang Recep Tayyip Erdoğan . turki memang sama dengan indonesia yg 90% penduduknya muslim, namun muslim yg bagaimana, muslim yg kaffah atau muslim abangan, jika mayoritas dari 90% muslim adalah muslim abangan itu sudah dipastikan mereka akan menerima menjadi negara sekular yg memisahkan politik dan agama, namun jika mereka kaffah maka khilafah turki pasti akan berdiri kembali seperti para pendahulunya, inilah yg ditakuti oleh para kaum liberal dan sekular.

Si A :  Ya iyalah wong dia yang mau jadi caliph-nya (3 emot ketawa sambil nangis) siapa sih yang nggak mau mengangkat diri sendiri jadi penguasa seumur hidup?

Si B : jadi khalifah ga gampang mba, itu harus disetujui oleh seluruh masyarakat suatu bangsa dengan kriteria2 yg ada dalam syariat, kalo ga sesuai ya ga dipilih, mungkin yg kita ketahui sekarang seperti pemilu bakal calonnya kan harus ada fit & proper test nya, ga gampang kan jadi pemilih, milih ketua rt aja ada pemilihannya, nyari istri/suami juga kan, emg ada statement dari org yg dimaksud kalo dia mau jadi khalifahnya dan mengangkat dirinya sendiri mba? sumbernya dari mana? kok saya ga tau yah, kirimin link beritanya dong mba klo ada, mungkin saya ga seupdate mba jadi bisa berkomentar seperti itu ='(

Si A : memang tidak mungkin mengeluarkan statemen itu sendiri. Tapi bisa ketebak sih IMHO. Kalau Turki kembali ke sistem kilafah dan bukan Erdogan kalifahnya (dengan catatan Erdogan masih hidup) berarti memang manusia legowo

Si B : popularitas AKP memang sempat menurun pada juni 2015 saat pemilu sela di parlemen namun pada proses pemilu ulangan di November 2015 AKP berhasil mendapatkan suara 49.5% dari total 95%suara yg telah dihitung, sedangkan partai oposisinya kalaupun mau berkoalisi dijumlahkan hanya berkisar 48% (CHP, MHP, HDP), sisanya abstein. Kalau untuk IMHO saya no comment karena saya tdk begitu tahu. Mungkin permasalahannya disini ternyata dalam kenyataannya terkadang indeks popularitas tidak berjalan lurus terhadap data hasil yg diperoleh. Untuk siapa yg akan menjadi khalifahnya, hanya waktu yg dapat menjawabnya 
grin emoticon

Mari budayakan menjawab dengan santun dan berpendidikan demi meluruskan pemahaman orang yang terbatas wawasannya.

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh




20 Feb 2016

Film Pendek Religi 'Cinta Subuh' dan Kontroversinya


Bismillahirohmanirrohim

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh


Kalimat sakti yang pertama kali dipertontonkan dalam film ini sangat menggugah pribadi saya, dan hal ini yang menjadi dasar saya untuk membagi keseruan dan pengalaman yang luar biasa ke teman-teman pembaca lain. Kalimat sakti tersebut adalah seperti ini,
"Gimana mau jadi imam rumah tangga, kalo imam-in diri sendiri aja ga bisa"

Mungkin kalimat tersebut ada dari sebagian pembaca lain adalah hal yang sangat biasa, itu karena alasan yang pertama adalah karena orang tersebut sudah terbiasa menjadi imam yang taat dan bertakwa pada Allah SWT (Masya Allah semoga kita termasuk dalam bagian tersebut), alasan yang kedua adalah karena mungkin orang tersebut sudah tidak ada rasa peduli dalam memaknai menjadi seorang imam dalam sebuah keluarga (Naudzubillah min dzalik, semoga kita tidak termasuk dalam bagian tersebut).

Dari pendahuluan di atas saya coba ingin memberikan sedikit opini pribadi mengenai alur cerita film ini, jika dilihat secara keseluruhan isi film ini adalah memiliki visi untuk menjadikan Masjid ramai di kala waktu sholat Subuh sedangkan misinya adalah mengajak seseorang yang belum dapat mendirikan sholat Subuh berjamaah di Masjid agar terinspirasi dan mau melakukannya dengan memberikan gambaran-gambaran umum yang biasa kita temukan di sebagian anak muda (masyarakat pada umunya) dan bagaimana usaha seorang anak muda yang dengan gigih menempuh cara agar dapat bangun subuh dan tidak ketinggalan waktu sholat. Sungguh sangat baik sekali dakwah menggunakan media film ini, karena bukan hanya sebagai tontonan semata yang tidak berarti namun dapat menjadi tuntunan bagi kita yang belum dapat mendirikan sholat Subuh di Masjid secara berjamaah dan agar mau memulainya dari sekarang.

Namun dari niatan yang baik ini dengan melihat visi dan misi film tersebut di atas, masih terlihat ada hal-hal yang masih mengganjal pribadi saya, dan mungkin dengan adanya tulisan saya ini dapat menjadi bahan kajian dan atau perbaikan untuk para pembuat film religi agar dapat sekuat tenaga megambil alur cerita dan pembuatan film yang sesuai dengan frame yang lebih islami, bukan karena bermaksud untuk menilai film ini tidak islami atau kurang islami namun untuk sebagai pengingat bahwa nilai-nilai islam juga seharusnya dapat lebih aplikatif di dalam pembuatan film terlebih film religi ini.

Hal-hal yang mengganjal pribadi saya dari film ini seperti hal pacaran, boncengan dengan yang bukan muhrim, dan niat sholatnya karena wanita. Jika dilihat dari pengaplikasian nilai-nilai yang islami seharusnya pacaran bisa diganti dengan ta'aruf, boncengan dengan yang bukan muhrim bisa diganti dengan naik angkutan umum, dan sholatnya karena ingin mengambil hati seorang wanita mungkin bisa diganti dengan sholat dengan niat yang baik kepada Allah dan berdoa agar wanita tersebut jika memang jodohnya maka diberikan kemudahan. Menurut saya ini lebih aplikatif.

Walau demikian jika dilihat dari sudut pandang yang lain secara husnudzon sepertinya si pembuat film ingin memberikan gambaran umum yang terjadi di kalangan umat muslim muda saat ini yang sedikit memang sudah terkontaminasi dengan cara pandang kebaratan dan ingin mencoba untuk meluruskannya kembali. Allahua'lam bishawab. Semoga Allah SWT meridhoi niatan baik film ini.

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan dapat terinspirasi dari film pendek religi 'Cinta Subuh' ini. Mari sholat subuh berjamah di Masjid.

Jamaah shalat Subuh dipersaksikan oleh malaikat.
Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
يتعاقبون فيكم ملائكةٌ بالليل وملائكةٌ بالنهار، ويجتمعون ف ي صلاة الفجر وصلاة العصر، ثم يعرُجُ الذين باتوا فيكم، فيسألهم ربُّهم – وهو أعلم بهم: كيف تركتم عبادي؟ فيقولون: تركناهم وهم يصلُّون، وأتيناهم وهم يصلون.
“­Malaikat bergantian melihat kalian pada siang dan malam. Para malaikat itu bertemu di shalat Subuh dan shalat Ashar. Kemudian yang bermalam dengan kalian naik (ke langit) dan ditanya oleh Rabb mereka, dan Dia lebih tahu keadaan hamba-hambanya, Bagaimana kondisi hamba-hambaku ketika kalian tinggalkan?’ Para malaikat menjawab, ‘Kami meninggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan kami mendatangi mereka dalam keadaan shalat.” (HR. Bukhari-Muslim)
Berpeluang mendapatkan pahala haji atau umrah bila berzikir hingga terbitnya matahari.
Bisa dibayangkan betapa besar ganjaran pahala yang didapatkan bila memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Dasar dari hal ini adalah keterangan dari Anasibn Malik Radhiallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang bersabda:
مَن صلى الغداة في جماعة، ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس، ثم صلى ركعتين، كانت له كأجر حجة وعمرة تامة، تامة، تامة
“Barang siapa yang shalat Subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi)
Kesempatan untuk melaksanakan shalat sunah Subuh.
Kesempatan lain yang bisa didapatkan dengan mengupayakan shalat Subuh secara berjamaah adalah shalat sunah Subuh dua rakaat. Shalat sunat Subuh dua rakaat ini punya kelebihan tersendiri yang disebutkan dalam hadits.
ركعتا الفجر خيرٌ من الدنيا وما فيها
“Dua rakaat (shalat sunah) Subuh lebih baik daripada dunia dan segala isinya.” (HR. Muslim dari Ummul MukmininAisyah Radhiallahu ‘anha)

Untuk yang belum nonton filmnya, silahkan simak disini :

8 Des 2015

Mari Sukseskan Pemilukada (Pilkada) Serentak, Sebuah Momentum Kebangkitan Islam di Indonesia


Bismillahirrohmannirrohim
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Kepada Muslimin dan Muslimat yang di rahmati Allah

Saya akan memulai dengan sebuah kutipan dari sahabat nabi, Ali Bin Abi Thalib RA
"Kedzholiman akan terus ada bukan karena banyaknya orang-orang jahat, tetapi karena diamnya orang-orang baik" (sumber1)

Menjelang diadakannya Pemilukada (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan besok tanggal 9 Desember 2015 sepertinya sudah saatnya umat muslim merapatkan barisan untuk bersatu padu dalam mensukseskan acara tersebut, karena melihat kenyataannya yang terjadi sekarang, umat muslim yang katanya menjadi penduduk mayoritas namun hanya menjadi minoritas dalam hak-haknya.

Mari jadikan Pemilukada (Pilkada) serentak ini sebuah momentum kebangkitan Islam yang dimulai kembali dari bumi Indonesia.

Menyimak tulisan dibawah ini yang sengaja saya salinkan dari organisasi komunitas #IndonesiaTanpaJIL. Pantas kiranya kita harus banyak merenung sebagai umat muslim.

Waspadalah dengan premis atau silogisme "Lebih baik KAFIR tapi ngga KORUPSI, daripada MUSLIM tapi KORUP", seolah-olah Muslim di negeri ini akhlaknya bobrok semua hanya karena 1-2 diantaranya bobrok dan di BLOW UP di media. Ada jauh lebih banyak Muslim yang BAIK, RENDAH HATI, ISTIQOMAH, NGGA KORUPSI, NGGA GILA POPULARITAS ketimbang yang akhlaknya buruk. Dan ada sangat banyak ORANG KAFIR yang moralnya bobrok, korupsi trilyunan kabur keluar negeri tapi tertutupi oleh 1-2 "KEBAIKAN" yang sengaja dikonstruksikan dan di BLOW UP media pendukung mereka. (sumber2)



Adapun kriteria atau persyaratan seorang pemimpin dalam Islam terkandung dalam Al-Qur'an, sebagai berikut :

1.  Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin

QS. 3. Aali 'Imraan : 28.
"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara  diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)."

 QS. 4. An-Nisaa' : 144.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?"

 QS. 5. Al-Maa-idah : 57.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman."

2.  Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai Pemimpin walau Kerabat sendiri :

QS. 9. At-Taubah : 23.
"Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan BAPAK-BAPAK dan SAUDARA-SAUDARAMU menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."

QS. 58. Al-Mujaadilah : 22.

"Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling  berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekali pun orang-orang itu BAPAK-BAPAK, atau ANAK-ANAK atau SAUDARA-SAUDARA atau pun KELUARGA mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun merasa  puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa  sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung."

3. Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai teman setia

QS. 3. Aali 'Imraan : 118.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi TEMAN  KEPERCAYAANMU orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang  disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya."

QS. 9. At-Taubah : 16.

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi TEMAN SETIA selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman ? Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

4. Al-Qur'an melarang saling tolong dengan kafir yang akan merugikan umat Islam

QS. 28. Al-Qashash : 86.

"Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi PENOLONG bagi orang-orang kafir."

QS. 60. Al-Mumtahanah : 13.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan PENOLONGMU kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa."

5. Al-Qur'an melarang mentaati orang kafir untuk menguasai muslim

QS. 3. Aali 'Imraan : 149-150.

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu MENTAATI orang-orang yang KAFIR itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allah lah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong."

6. Al-Qur'an melarang beri peluang kepada orang kafir sehingga menguasai muslim

QS. 4. An-Nisaa' : 141.

"...... dan Allah sekali-kali tidak akan MEMBERI JALAN kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman."

7. Al-Qur'an memvonis munafiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin

QS. 4. An-Nisaa' : 138-139.

"Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan  yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu ? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah."
8. Al-Qur'an memvonis ZALIM kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin

QS. 5. Al-Maa-idah : 51.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak  memberi petunjuk kepada orang-orang yang ZALIM."

9. Al-Qur'an memvonis fasiq kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin

QS. 5. Al-Maa-idah : 80-81.

"Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang FASIQ."

10. Al-Qur'an memvonis sesat kepada muslim yang menjadikan kafir sebagai pemimpin

QS. 60. Al-Mumtahanah : 1.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu     karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu  nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah TERSESAT dari jalan yang lurus."

11. Al-Qur'an mengancam azab bagi yang jadikan kafir sbg Pemimpin / Teman Setia

 QS. 58.  Al-Mujaadilah : 14-15.

"Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman ? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka AZAB yang sangat  keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan."

12. Al-Qur'an mengajarkan doa agar muslim tidak menjadi sasaran fitnah orang kafir

 QS. 60. Al-Mumtahanah : 5.

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (SASARAN) FITNAH bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
(Sumber3)


  • Adakah dalil, perihal atau alasan lain yang masih mau kalian ingkari?
  • Masihkah kalian menyibukan diri dengan kata-kata "kampanye hitam"? (andaikan kalian tahu siapa yang menebar isu tersebut)


Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh





Sumber tambahan :
1) https://twitter.com/aagym/status/453331467536326656

2) https://www.facebook.com/IndonesiaTanpaJIL/photos/a.245166692236177.59465.244032929016220/904944676258372/?type=3&theater

3) http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/10/03/20572/inilah-dalildalil-mengharamkan-umat-islam-memilih-pemimpin-kafir/#sthash.jT1uT1aM.dpbs

2 Des 2015

8 Sikap Mengatasi Fitnah dan Tuduhan


Mungkin di antara kita selama hidup pernah difitnah atau dituduh. Ada yang dituduh sebagai pembohong, egois, tidak punya perasaan, pengkhianat, pencuri, dituduh selingkuh.
Atau dikatakan zalim, munafik, sesat, atau tuduhan-tuduhan lainnya. Padahal, termasuk zalim, menuduh dan memfitnah orang lain dengan sesuatu yang tidak dilakukannya.
Jika Anda dituduh dan difitnah oleh seseorang, padahal Anda yakin tidak bersalah maka ada delapan sikap yang sebaiknya kita lakukan.
Pertama, hendaklah kita cek dan kita pelajari lagi jangan-jangan yang dituduhkan orang lain itu benar. Jika ternyata kita salah, jangan malu dan gengsi mengakui kesalahan dan mengikuti kebenaran. Meskipun, cara orang yang menasihati kita kasar atau mungkin bermaksud tidak baik.
Kedua, memperbaiki ucapan atau tindakan kita yang menjadi penyebab orang memfitnah kita. Misalnya, bendahara masjid dituduh mencuri uang kas disebabkan tidak transparannya laporan keuangan. Maka, hendaknya dibuat laporan yang rapi dan jelas.
Jika seseorang dituduh nakal karena sering bergaul dengan orang-orang nakal, selektiflah dalam memilih sahabat.
Ketiga, ingatlah akan aib dan dosa kita. Syekh Salim Al Hilali berkata, “Kalau Anda bersih dari kesalahan yang dituduhkan itu, tapi sejatinya Anda tidak selamat dari kesalahan-kesalahan lain karena sesungguhnya manusia itu memiliki banyak kesalahan.'' ''Kesalahanmu yang Allah tutupi dari manusia jumlahnya lebih banyak. Ingatlah akan nikmat Allah ini di mana Ia tidak perlihatkan kepada si penuduh kekurangan-kekuranganmu lainnya….” (Dinukil dari buku Ar Riyaa halaman 68).
Keempat, hendaklah kita merenung dan mengevaluasi kesalahan dan dosa-dosa kita. Baik yang berhubungan dengan muamalah antara manusia, maupun dosa-dosa antara kita dengan Allah. Tuduhan dan fitnahan bisa jadi merupakan teguran agar kita kembali dan bertobat kepada Allah.
Kelima, jika kita sabar dan ikhlas, semoga tuduhan dan fitnahan ini dapat mengurangi/menghapus dosa, menambah pahala, dan meningkatkan derajat kita di sisi-Nya.
Keenam, doakanlah si penuduh agar Allah memberi petunjuk. Jika memungkinkan, nasihatilah dia secara langsung maupun melalui sindiran agar dia bisa sadar dan bertobat.
Maafkan dia, tapi kita boleh membalas untuk suatu kemaslahatan asalkan tidak melampaui batas. (Lihat surah Asy Syuuraa 40-43). Jika terpaksa, doakanlah keburukan untuk si zalim agar ia menjadi sadar dan bertobat.
Ketujuh, shalat istikharah untuk meminta bimbingan Allah cara yang tepat mengklarifikasi atau membela diri. Meladeni dan membantah terkadang justru membuka pintu keburukan untuk kita.
Bisa jadi, klarifikasi tanpa menyebutkan tentang tuduhan mengenai dirinya dan tanpa menyebutkan nama penuduh akan banyak memberikan manfaat untuk umat.
Kedelapan, yakinlah musibah tuduhan merupakan kebaikan untuk Anda. Si penuduh yang merugi karena dia telah melakukan kejahatan dan berhak memperoleh azab-Nya.
Allah SWT berfirman, “…. Janganlah kamu mengira berita (bohong) itu buruk bagi kamu, bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan mendapatkan dosa yang diperbuatnya ….” (Surah an Nuur 11).
Sungguh, orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan baik, yang lengah dan beriman (dengan tuduhan berzina), mereka dilaknat di dunia dan akhirat, dan mereka akan mendapat azab yang besar.” (Surah an Nuur 23).
Semoga kita menjadi orang yang takut kepada Allah dengan tidak mudah menuduh orang lain tanpa bukti dan dapat menyikapi dengan bijaksana saat mendapat fitnah. 
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Fariq Gasim Anuz



28 Nov 2015

Islam kami diinjak-injak





Audzubillahiminasyaitonirojim

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Saudara2ku yang dirahmati Allah, kayaknya kemarin pagi cuacanya agak sedikit panas yah di WA, padahal cuaca diluar adem banget secara masih jam 07:25, bang Otto sepertinya sensitif sekali sampai pada akhirnya emosinya agak tidak terkontrol dan kakek Pras akhirnya pun ikut dalam euphoria kesensitifan yang padahal asalnya bukan dari mereka berdua. Terus lalu kenapa mereka akhirnya terlihat seperti terprovokasi ??? dan bahkan kita hanya diam dan malah menambahkan memperolok mereka dibelakang ???

Tapi harus diakui keberanian bang Otto dalam membela agama atau yg menyangkut agama atau simbol2 agama dan atau apapun itu yg masih dalam koridor agama. Demi Allah saya salut akan keberanian bang Otto tersebut (angkat topi) kalau kita diamkan sekarang, bagaimana saudara2 kita bahkan anak2 kita nanti di masa depan menanggung akibat dari diamnya kita sekarang, disaat sekarang banyak orang Islam yang malu akan agamanya atau yg menyangkut agama atau simbol2 agama dan atau apapun itu yg masih dalam koridor agama. Mereka terlihat skeptis, acuh tak acuh, bahkan yang lebih dahsyatnya lagi mereka bahkan rela diperkosa oleh pemikiran sekuler dan segala macam produk2 sekuler lainnya yg sengaja diciptakan oleh kaum orientalis, seperti halnya liberalisme, kapitalisme, emansipasi, toleransi, serta demokrasi dan masih banyak lagi.
Sebelum berlanjut kepada substansi permasalahan kemarin pagi, kesalutan saya kepada bang Otto bukan atas dasar pola pikir yang sempit akan Agama Islam yang kata mereka (kaum sekuler dan orientalis) adalah terlalu berfikir dan bersikap fundamental dan konvensional. Padahal sudah sama2 kita ketahui akhlak manusia terbentuk dari pembelajaran hidup yang dimulai pada saat memori mereka mulai aktif sampai pada saat mereka dewasa menjadi pelaku sejarah dalam sejarah hidupnya sendiri yang akhirnya bisa membedakan mana yg Haq dan mana yg Bathil yg didapat dari pendidikan yg diberikan oleh orang tua, guru dan bahkan alam/lingkungan sekitar untuk bagaimana mereka berfikir dan bersikap teguh sehingga munculah sesuatu yg dinamakan prinsip (fundamental) jadi dengan kata lain berfikir dan bersikap fundamental itu adalah merupakan hal yg qodratullah. Kemudian banyak dari kalangan orientalis mengatakan bahwa Islam adalah agama yg konvensional sehingga wajar jika umatnya berfikir dan bersikap konvensional pula, pembetulan macam apa itu ??? Padahal jauh pada tahun 600 masehi, Islam datang dengan membawa perubahan, yang merubah zaman dari jahiliyah ke zaman terang benderang seperti sekarang ini. Michael H. Hart dalam bukunya The 100 menilai Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Menurut Hart, Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih keberhasilan luar biasa baik dalam hal spiritual maupun kemasyarakatan. Hart mencatat bahwa Muhammad mampu mengelola bangsa yang awalnya egoistis, barbar, terbelakang, dan terpecah-belah oleh sentimen kesukuan menjadi bangsa yang maju dalam bidang ekonomi, kebudayaan, dan kemiliteran bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi yang saat itu merupakan kekuatan militer terdepan di dunia. Jadi, masih berani mereka mengatakan Islam itu konvensional ???.
Kesimpulannya, kesalutan saya merujuk pada firman Allahdalam Al-Quran dan Hadits Nabi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنتَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Artinya : “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)

الحديث التاسع عشر: عن أبي العباس عبدالله بن عباس رضي الله عنهما قال: كنت خلف النبي صلى الله عليه وسلم يوماً، فقال لي: “يا غلام، إنّي أعلمك كلماتٍ: احفظ الله يحفظك، احفظ الله تجده تجاهك، إذا سألت فاسأل اللهَ، وإذا استعنت فاستعن بالله، واعلم أن الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك، وإن اجتمعوا على أن يضرّوك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك، رفعت الأقلام وجفت الصحف”، رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح. وفي رواية غير الترمذي: “احفظ الله تجده أمامك، تعرّف إلى الله في الرخاء يعرفك في الشدة، واعلم أن ما أخطأك لم يكن ليصيبَك، وما أصابك لم يكن ليخطئَك، واعلم أن النصر مع الصبر، وأن الفَرَج مع الكرب، وأنّ مع العسر يسراً”.

Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu dia berkata: “Suatu hari (ketika) saya (dibonceng Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam) di belakang (hewan tunggangan) Beliau shallallahu‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda kepadaku: “Wahai anak kecil, sungguh aku akan mengajarkan beberapa kalimat (nasehat penting) kepadamu, (maka dengarkanlah baik-baik!): “Jagalah(batasan-batasan syariat) Allah, maka Allah akan menjagamu, jagalah (batasan-batasan syariat) Allah, maka kamu akan mendapati Allah di hadapanmu (selalu bersamamu dan menolongmu), jika kamu (ingin) meminta (sesuatu), maka mintalah (hanya) kepada Allah, dan jika kamu (ingin) memohon pertolongan, maka mohon pertolonganlah (hanya) kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa seluruh makhluk(di dunia ini), seandainya pun mereka bersatu untuk memberikan manfaat(kebaikan) bagimu, maka mereka tidak mampu melakukannya, kecuali dengan suatu (kebaikan) yang telah Allah tuliskan (takdirkan) bagimu, dan seandainya pun mereka bersatu untuk mencelakakanmu, maka mereka tidak mampu melakukannya,kecuali dengan suatu (keburukan) yang telah Allah tuliskan (takdirkan) akan menimpamu, pena (penulisan takdir) telah diangkat dan lembaran-lembarannya telah kering.” HR AtTirmidzi (7/228-229 -Tuhfatul Ahwadzi), hadits no. 2516), disahihkan oleh SyaikhAl Albani), dan dia berkata: (hadits ini adalah) hadits hasan sahih.

Dan dalam riwayat lain selain At Tirmidzi (Diriwayatkan oleh ‘Abd binHumaid dalam Musnadnya dan sanadnya lemah, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Rajab (hal. 460), akan tetapi Imam Ahmad meriwayatkan hadits ini dalam Musnad beliau (1/307) dengan sanad lain yang sahih):“Jagalah Allah, maka kamu akan mendapati Allah di hadapanmu (selalu bersamamu dan menolongmu), kenalkanlah/dekatkanlah (dirimu) pada Allah disaat(kamu dalam keadaan) lapang (senang), supaya Allah mengenali (menolong)mu disaat (kamu dalam keadaan) susah (sempit), dan ketahuilah, bahwa segalasesuatu (yang telah Allah ta’ala tetapkan) tidak akan menimpamu, maka semua itu(pasti) tidak akan menimpamu, dan segala sesuatu (yang telah Allah ta’ala tetapkan) akan menimpamu, maka semua itu (pasti) akan menimpamu, dan ketahuilah, sesungguhnya pertolongan (dari Allah ta’ala) itu selalu menyertai kesabaran,dan jalan keluar (dari kesulitan) selalu menyertai kesulitan, dan kemudahan selalu menyertai kesusahan.”

Adapun juga dukungan saya atas keberanian bang Otto termaktub dalam banyak hadist nabi yg bersangkutan seperti, Sesungguhnya orang Islam adalah saudaranya orang islam lainnya, meskipun kita tidak saling mengenal sebelumnya. Begitu kita masuk Islam, maka mereka semua adalah saudara kita, saudara sejati, saudara didunia maupun di akhirat nanti.

Mari kita perhatikan dalil-dalil dari Alquran dan Hadis dibawah ini:

1. Rosululloh SAW bersabda dalam Hadis Bukhori:
“Perumpamaan orang Islam yang saling mengasihi dan mencintai satu sama lain adalah ibarat satu tubuh, Jika salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasa sakit dan tidak bisa tidur “

2. Sabda Rosululloh SAW dalam Bukhori:
“Tidak lah sempurna iman seseorang dari kalian, sehingga dia mencintai saudaranya (sesama islam) sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri “

3. Rosululloh SAW bersabda dalam Bukhori:
“Seorang muslim adalah saudara bagi sesama muslim lainnya. Tidak Boleh menganiaya ataupun membiarkan dianiaya. Barang siapa memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barang siapa membebaskan kesusahannya, maka Allah akan membebaskan kesusahannya di hari kiamat. Barang siapa menutupi aib nya, maka Allah akan menutupi aibnya dihari kiamat “

4. Rosululoh SAW bersabda dalam Tirmidhi:
“Senyummu untuk saudaramu adalah shodaqoh bagimu…”

5. Rosululloh SAW bersabda dalam Muslim:
“Orang iman dengan orang imanyang lain adalah seperti sebuah bangunan. Satu sama lain memperkuat”

6. Rosululloh SAW bersabda dalam Muslim:
“Antara orang beriman janganlah saling hasud, saling mencari kesalahan, saling marah dan saling membelakangi…”

7. Rosululloh SAW bersabda di Muslim:
“Setiap muslim terhadap muslim lain nya adalah haram darah nya,hartanya (tidak boleh di curi), dan kehormatan nya (tidak boleh di caci, dirusak kehormatannya) “

8. Firman Alloh di khujorot:12
“Hai orang beriman, jauhilah berburuk sangka, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. Janganlah sebagian kalian menggunjing pada sebagian yang lain.”

Dari semua firman Alloh dan sabda rosululloh SAW di atas, jelaslah bahwa kita orang islam adalah satu saudara. Saudara sejati, saudara seiman, saudara sehidup semati, saudara di dunia dan saudara di akhirat kelak. Namanya saudara, berarti kita harus saling mengasihi, saling mencintai, saling memperhatikan, saling bertegur sapa, saling mengunjungi, saling membantu, saling tolong menolong, dan seterusnya persis seperti kita bersikap pada saudara sekandung. Pada adik, pada kakak, pada paman, pada keponakan, bahkan pada orang tua kita. Kalau dengan saudara sekandung, lazim nya kita tiada merasa berat untuk menolong apabila mereka ada kesusahan, ada musibah, ada kebutuhan. Jika saudara sekandung kita kekurangan uang, kita dengan senang hati memberi uang atau minimal meminjaminya. Jika mereka ada keperluan ataupun masalah, kita serta merta membantunya agar lepas dari masalah. Bahkan sampai-sampai andaikan kita berdagang sesuatu barang, kemudian saudara sekandung kita berminat membelinya, kita serta merta memberikannya cuma-cuma,atau rela dibayar harga pokok nya saja tanpa ambil untung, atau minimal kita memberikan diskon yang cukup besar untuk saudara kandung kita. Itulah hubunganyang alami dan benar antara sesama saudara sekandung. Dan Seperti itulah hubungan kita antara sesama saudara muslim. Seperti itu, dan seharusnya memang seperti itu. Tapi sudahkah kita mempraktikannya???

Faktanya:
Masih banyak diantara kita yang belum bisa mempraktikkan nya secara utuh dan benar. Bayangkan saja, kita ngaku muslim sejati. Hampir setiap hari kita ngaji, belajar ilmu agama, belajar Alquran dan Hadis, mendengarkan nasihat, tausiah dari ustad-ustad dan bapak2 kyai. Tapi, kenapa sikap kita kepada teman-teman sesama muslim masih jauh dari ajaran Alquran dan Hadis yang kita kaji hampir setiap hari???
Jika kita pedagang, kita sama sekali tidak memberikan diskon pada mereka, padahal mereka kan saudara? Jika mereka minta tolong, kita enggan menolongnya, padahal mereka kan saudara? Jika mereka tidak punya uang, kitaenggan memberinya atau minimal meminjaminya. Padahal mereka kan saudara? Jika mereka dapat musibah, kita enggan membantunya, atau kita mau membantu jika diberi upah, padahal mereka kan saudara? Jika mereka butuh tumpangan, kita enggan memberi tumpangan pada mereka atau mau memberi tumpangan asal ada uangnya, asal kita dapat untung. Padahal kan kita saudara?
DIMANA PERSAUDARAAN ITU??? DIMANA SAUDARA SEKANDUNG??? MASIH MUSLIM KAH KITA??? JELAS, KITA JAUH DARI MUSLIM YANG DIMAKSUD OLEH ROSULULLOH SAW

Padahal semua muslim mengetahui akan bahaya golongan kaum berikut ini :

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidakakan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar) dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (QS Al-Baqarah:120).

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman (muslim) ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik (yang menyekutukan Allah). (QS Al-Maaidah 5: 82).

Jadi masihkah kita mau diperkosa oleh pemikiran sekuler dan segala macam produk2 sekuler lainnya yg sengaja diciptakan oleh kaum orientalis, seperti halnya liberalisme,kapitalisme, emansipasi, toleransi, sosialis, serta demokrasi dan masih banyak lagi padahal di Al-Quran jelas2 memberikan peringatan itu ???

Disamping itu pula penjelasan diatas menjawab kesensitifan masalah/isu agama yang sudah terlanjur tergeneralisir di Indonesia bahkan saat ini hampir diseluruh dunia, mereka sengaja memainkan/membumbukan propaganda dalam kata2 yang seolah benar namun memiliki maksud terselubung. Maksudnya adalah mendegradasikan aqidah kita sebagai muslim dan menyuburkan Islamofobia dikalangan umat islam sendiri sehingga lambat laun Islam akan kembali asing. Allahua’lam bii sawwab

Akhirnya kembali kepada umat muslim sendiri, apakah kita mau akan terus terprovokasi dengan produk2 sekuler tersebut sehingga mengesampingkan dan menggadaikan ilmu agama kita hanya kepada semata2 kemodernitasan zaman. Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan kita mengenai ghozwul fikri (perang pemikiran) di akhir zaman, dan sekarang apakah kita sudah menanamkan dan menginvestasikan pengetahuan agama kita kepada anak2 kita sedangkan kita sekarang masih asyik dalam zaman jahiliyah modern. Kembali ke Al-Quran dan Sunah Rasul adalah obat penawar keselamatankita di dunia dan akhirat kelak juga keluarga kita, perdalam ilmu agama dan lebur emosi dalam kecerdasan berpikir & bersikap menjawab permasalahan agama maupun antar agama.

Tulisan saya disini semata2 hanya ingin menjalankan perintah agama dengan jalan saling mengingatkan /berlomba2 dalam kebaikan (Fastabiqul Khairat)

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya(sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al Baqarah:148).

Namun juga dengan segala keterbatasan ilmu dan pengetahuan agama yg saya miliki mohon dibukakan pintu maaf jikalau ada kata2 saya yang kurang berkenan dihati saudara2ku yg dirahmati Allah. Jikapun saya ada khilaf dalam berpikir dan bersikap itu kembali ke diri saya pribadi dan semata2 kebenaran hanyalah milik Allah SWT, jangan sungkan juga untuk mengkoreksi, mengkritisi, serta menasehati saya selaku hamba-Nya yg lalai.
Bukan maksud untuk menggurui atau terlihat pintar, tulisan ini wabil khusus didedikasikan teruntuk saudaraku bang Otto dan kakek Pras, dan untuk saudaraku muslimin wal muslimat lainnya yg dirahmati Allah.

Wallahul Muwafiq ila aqwamith thariq

"Semoga Allah menuntun kita ke jalan yang paling lurus [ISLAM]"

Wassalamualaikum warohmatullahiwabarokatuh
Cing Dicky

Untuk Kalangan sendiri
Poris Indah Al-Muka Rumah
01:21:00

Tambahan sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad
http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/fitri-salsabillah-budaya-yang-tertinggal.htm#.VEFXJ2d_soE

"Ini jawaban kami saat anda sinis menanyakan toleransi"

01. "gimana mau damai kalo agama lain hari raya kita nggak ucap selamat?" | lho, masak damai cuma sebatas ucapan hari raya? 
02. "dikit-dikit haram, ucap natal nggak boleh, tahun baru nggak boleh, imlek juga" | lho, katanya kamu menghargai perbedaan, kok nesu? 
03. saya chinese dan saya Muslim | orangtua saya imlekan dan saya punya pendapat lain | tetep damai sama mereka, woles aja, kalem.. 
04. orangtua saya kemarin natalan | dan saya punya pendapat lain tentang lahirnya Nabi Isa | kita santai aja, adem aja.. damai..
05. tapi zaman sekarang banyak Muslim yang lebih sensi dari yang bukan-Muslim | merasa lebih non-Muslim dari non-Muslim sekalipun
06. yang non-Muslim santai-santai aja kok | mereka menghormati adanya beda dalam berpendapat menyikapi hari raya mereka | kalem, adem, woles
07. tapi sekarang banyak Muslim yang inferior | atas nama toleransi lalu malas mencari dalil agama
08. nggak ikut-ikutan merayakan tradisi dan ritual kaum lain itu bukan benci | kita menghargai dan menghormati dengan tidak ikut-ikutan 
09. woles aja bro.. kalo kamu konsisten toleransi dengan beda agama | kenapa harus sewot dengan perbedaan penyikapan sama agama 
10. nggak mau pake baju warna merah bukan berarti benci warna merah | pake baju warna biru belum tentu demen biru | woles aja, kalem... 
11. tapi itulah kaum liberal | pendapat yang dia suka dan sesuai hawa nafsunya dia bilang "ini bener, ini bagus, ulama ini pinter"
12. giliran ada pendapat yang nggak sesuai hawa nafsu kaum liberal ini | langsung divonis "ini penebar benci, intoleran, ini ulama palsu"
13. lha.. hebat bener ya kaum liberalis dan atheis ini | malas belajar agama dan menolak agama | tapi menentukan halal-haram hehe..
14. woles aja, kalem dan adem | Rasulullah udah kasih kita hari raya sendiri, itu cukup | adapun hari raya orang lain, cukup kita hormati
15. "gimana hormati hari raya orang lain dengan benar?" | nggak perlu pake selamat, nggak perlu ikut-ikutan, biarkan aja mereka rayakan 
16. jadi siapa sebenarnya yang intoleran? | ya yang maksain bahwa "toleransi itu harus ucapin selamat dan harus ikut-ikutan" itu.. 
17. dalam Islam toleransi itu membiarkan ummat lain melaksanakan keyakinannya | tanpa kita ikuti dan selamati | yang beda woles aja.. 

Ustadz Felix Siauw

16 Nov 2010

Kata Pujangga

Ada kisah menarik dari kawan karibku di sekolah dulu, pada masa itu mungkin hampir semua remaja terbius oleh yang namanya sajak, puisi, syair dan sebagainya dari kisah-kisah remaja dalam novel, majalah, cerpen, bahkan juga terinspirasi dari sebuah tontonan remaja di televisi dan juga layar lebar. Lucu memang, karena masa remaja merupakan masa mencari jati diri dan tak ayal akhirnya mereka di plot menjadi seseorang yang bukan jati dirinya sendiri atau menjadi diri orang lain, manusiawi sekali.
Sampai pada suatu hari kawanku yang notabene tidak mengenal akarnya puisi dan sejenisnya tiba-tiba menjadi seseorang yang sepertinya sudah pakar seni, dan kemudian datang kepadaku dengan membawa secarik kertas yang katanya hasil jerih payah buah pemikiran dia sepanjang malam tadi. Awalnya sih saya ragu akan kemampuannya dalam membuat puisi karena dia hanya jago matematika.
Namun ketika saya membacanya, tiba-tiba tangan saya tidak dapat bergerak, bibir saya gemetaran, dan jiwa saya seolah berada dalam dimensi yang lain (hahaha.. lebay), tapi memang benar apa yang saya rasakan sangat lain dari biasanya setelah membaca puisi darinya. Seketika itu saya berujar bolehkah saya menyimpannya sebagai kenang-kenangan buat saya jikalau kau menjadi orang terkenal nanti, dan dia pun dengan sombongnya berkata, ya silahkan saja, apa perlu tanda tangannya juga (haahaa lucu nian masa itu)
Di sini saya ingin membagi kenangan tersebut untuk kalian semua, beginilah bentuk puisinya :

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa, pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui, apakah Kau masih selembut dahulu?, memintaku untuk tidak berkelahi lagi & giat belajar ,sambil mengajarkan mata pelajaran di mejaku. Kabut tipis pun turun pelan-pelan di sore itu, sore di SMP 45, Kau & Aku tegak berdiri saling memandang satu sama lain, meresapi belaian angin yang menjadi dingin, apakah Kau masih membelaiku semesra dahulu, ketika ku dekap, kau dekap lah lebih mesra, lebih dekat.....apakah Kau masih akan berkata, kudengar dekap jantungku, Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam CINTA.......

Standing Applaus buat kawan karibku, sukses selalu untukmu